| Artist | IU |
|---|---|
| Album | Modern Times - Epilogue |
| Genre | Korean |
| Label | Kakao Entertainment |
| Release | 2013.12.20 |
이 느낌이 아냐
I neukkimi anya
It’s not this feeling
Bukan perasaan ini yang kumaksud
깊숙이 숨겨놓은 그 아일 불러줘
Gipsugi sumgyeonoeun geu ail bulleojwo
Call out that child hidden deep inside
Panggil sosok anak yang kau sembunyikan jauh di dalam sana
조금 더 내게 불친절 해도 돼
Jogeum deo naege bulchinjeol haedo dwae
You can be a bit more unkind to me
Tak apa jika kau ingin sedikit lebih tidak ramah padaku
♫
다문 입술이
Damun ipsuri
The moment those closed lips
Saat bibir yang terkatup itu
열리는 순간을 난 기다려
Yeollineun sunganeul nan gidaryeo
Finally open, I am waiting
Akhirnya terbuka, itulah yang kunantikan
착한 얼굴이
Chakan eolguri
The moment that kind face
Saat wajah baik hati itu
일그러지는 순간을 기다려
Ilgeureojineun sunganeul gidaryeo
Twists into a frown, I am waiting
Mulai berubah masam, itulah yang kunantikan
♫
기다려
Gidaryeo
Waiting
Menanti
I neukkimi anya
It’s not this feeling
Bukan perasaan ini yang kumaksud
깊숙이 숨겨놓은 그 아일 불러줘
Gipsugi sumgyeonoeun geu ail bulleojwo
Call out that child hidden deep inside
Panggil sosok anak yang kau sembunyikan jauh di dalam sana
조금 더 내게 불친절 해도 돼
Jogeum deo naege bulchinjeol haedo dwae
You can be a bit more unkind to me
Tak apa jika kau ingin sedikit lebih tidak ramah padaku
♫
다문 입술이
Damun ipsuri
The moment those closed lips
Saat bibir yang terkatup itu
열리는 순간을 난 기다려
Yeollineun sunganeul nan gidaryeo
Finally open, I am waiting
Akhirnya terbuka, itulah yang kunantikan
착한 얼굴이
Chakan eolguri
The moment that kind face
Saat wajah baik hati itu
일그러지는 순간을 기다려
Ilgeureojineun sunganeul gidaryeo
Twists into a frown, I am waiting
Mulai berubah masam, itulah yang kunantikan
♫
기다려
Gidaryeo
Waiting
Menanti
This song captures a dark, obsessive desire to strip away someone's polite facade and see their raw, unfiltered emotions. The narrator is bored with "kindness" and superficiality, instead craving a moment of vulnerability or even hostility. It highlights a fascination with the shadow self—the version of a person that only comes out when they finally lose control.
Lagu ini menggambarkan keinginan obsesif yang kelam untuk mengupas topeng kesopanan seseorang dan melihat emosi mereka yang mentah dan jujur. Sang narator merasa bosan dengan "keramahan" dan kepura-puraan, ia justru mendambakan momen kerapuhan atau bahkan kemarahan. Fokus utamanya adalah ketertarikan pada sisi gelap (shadow self)—versi seseorang yang hanya muncul saat mereka akhirnya kehilangan kendali.

